Presiden SBY menerima CEO perusahaan minyak dunia Royal Dutch Shell plc., di Kompleks Akademi Angkatan Laut, Surabaya, Jatim, Sabtu (7/12) sore. (foto: abror/presidenri.go.id)
Surabaya, The Royal Indonesia TV-- Royal Dutch Shell plc, perusahaan minyak kelas dunia asal Belanda, ingin meningkatkan investasinya di Indonesia sebesar 5 miliar dolar AS dan akan mencapai 25 miliar dolar AS dalam 10 tahun ke depan. Rencananya tersebut disampaikan saat pimpinan Shell bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Subijakto Akademi Angkatan Laut, Surabya, Jawa Timur, Sabtu (7/12) pukul 15.30 WIB.
Menteri ESDM Jero Wacik menyampaikan hal ini seusai pertemuan.Dalam keterangan persnya, Jero Wacik didampingi Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Firmanzah.
"Tadi dalam diskusi dilaporkan operasi Shell selama ini di Indonesia cukup baik, stabilitas di Indonesia baik walaupun demokrasi baru. Shell akan meningkatkan investasi di Indonesia," kata Menteri Jero Wacik dalam keterangan persnya.
Selain peningkatan investasi, dalam pertemuan dengan Presiden SBY tadi juga dibahas pertukaran teknologi untukenergi terbarukan. "Ada peluang dari industri renewable energy dan energi terbarukan lain, seperti angin dan biodiesel. Shell menyambut baik inisiatif ini, mereka memiliki pengalaman dalam energi terbarukan dan berkomitmen membantu Indonesia," Firmanzah menambahkan.
"Sejumlah peluang kerja sama juga terbuka, seperti transfer teknologi dari diesel ke biodiesel, terutama gas. Shell memiliki pengalaman yang sangat baik dari diesel ke biodiesel," ujar Firmanzah.
Dalam pertemuan tadi, delegasi Shell juga berpamitan sehubungan dengan pergantian pimpinan mereka. CEO Royal Dutch Shell Plc Peter Voser akan berakhir masa jabatannya pada 31 Desember 2013. Penggantinya, Ben van Beurden, yang akan menjabat per 1 Januari 2014 juga diperkenalkan dalam kesempatan tersebut.
"Shell yang berkedudukan di Eropa mau ganti CEO, khusus pamitan dan dikenalkan kepada Bapak Presiden. Ini mereka menghargai negara kita, negara penting yang harus dijaga hubungannya. Dia merasa perlu pamitan, dan melaporkan penggantinya," Jero Wacik menjelaskan.
Selain kedua petinggi Shell tersebut, hadir pula dalam pertemuan Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi.
Presiden SBY sendiri dalam pertemuan menyampaikan terima kasih kepada Peter Voser atas kontribusinys selama ini. Presiden percaya masih banyak kerja sama yang dapat dilakukan dengan Shell . "Saya percaya bahwa banyak kesempatan kerja sama yang dapat kita capai untuk tahun-tahun berikut," kata SBY.
Presiden SBY didampingi Menteri ESDM Jero Wacik, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
Posted By : Lensa Surabaya
News Source : Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Tidak ada komentar:
Posting Komentar